Category Archives: Tip & Trik

Perintah SQL Untuk Mengubah Data dari Database MySQL

Melalui artikel ini, Anda dapat belajar mengenai perintah SQL (Struktured Query Language) yang dipakai untuk Mengubah Data yang ada di dalam databse. Data yang sudah terlanjur diinput (disimpan) di dalam tabel database dapat diperbaiki dengan mudah dengan perintah UPDATE.  Berikut ini adalah perintah dasarnya :

UPDATE nama_tabel
SET kolom1 = nilaidata1, kolom2 = nilaidata2, …
WHERE kondisi;

Dari sintaks dadasar perintah SQL di atas, nama_tabel adalah tabel yang isinya akan diperbarui (di-Update). Data yang akan diperbaiki terletak pada kolom1 dan kolom2. Untuk kolom1 akan diperbaiki dengan data terbaru yaitu nilaidata1, sedangkan kolom2 akan diisi dengan nilaidata2.

Untuk memilih baris data mana yang akan diperbarui, maka perintah SQL menggunakan tambahan WHERE kondisi untuk menunjuk baris data tertentu yang akan diperbaiki, sehingga baris data lain tidak akan terganggu. Untuk kondisi, Kita dapat menggunakan kolom Kunci (Primary Key), karena pada kolom ini datanya bersifat unik (tidak ada yang sama).

Sebagai contoh kasus, Kita akan memperbaiki data yang ada di dalam tabel siswa. Misalnya saja data pada kolom kelamin dan alamat, data yang diperbaiki adalah dengan Kode S0001. Perinhtahnya adalah:

UPDATE siswa SET kelamin=’Laki-laki’, alamat =’ Way Jepara, Lampung Timur’
WHERE kd_siswa = ‘S0001’;

Contoh lain, Kita akan memperbaiki data Siswa, data yang diperbaiki adalah kolom alamat  milik Siswa dengan Kode S0003. Perintahnya adalah :

UPDATE siswa SET alamat = ‘ Labuhan Ratu, Lampung Timur ‘
WHERE kd_siswa = ‘S0003’;

Jadi, dengan perinhtah UPDATE, Anda dapat memperbaiki data yang salah, atau dapat mengisi data baru jika pada kolom data ada yang masih kosong belum diisi.

Semoga bermanfaat ya

Perintah SQL Untuk Menghapus Data dari Database MySQL

Apabila di dalam tabel database MySQL sudah terdapat data, maka data yang ada tersebut dapat dihapus dengan mudah menggunakan perintah SQL. Data yang dihapus bersifat permanen atau tetap, sehingga apabila ada data sudah terhapus, maka baris data tersebut tidak dapat dikembalikan lagi ke dalam database.

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menghapus baris data di dalam tabel database MySQL adalah DELETE. Dengan perinah DELETE ini Anda dapat menentukan untuk memilih data mana yang akan dihapus, yaitu dengan klausa WHERE sebagai opsi untuk menentukan data yang akan dihapus.

DELETE FROM nama_tabel WHERE nama_kolom = nilai_data;

Dari sintaks SQL di atas, tabel nama_tabel adalah nama tabel yang isi datanya akan dihapus. Kemudian nama_kolom adalah kolom kunci dari tabel tersebut, biasanya sebagai kolom Primery Key, dan nilai_data adalah data yang ada di dalamnya.

Sebagai contoh, Kita akan menghapus data yang ada di dalam tabel siswa, data yang dihapus adalah data Jurusan dengan Kode J003, maka perintahnya adalah:

DELETE FROM siswa WHERE kd_siswa = ‘S0003’;

Dengan perintah di atas, maka data Siswa dengan Kode S0003 akan dihapus. Sedangkan data Siswa yang lain tidak akan dihapus.

Untuk melihat kembali data terakir setelah dihapus, Anda dapat menggunakan perintah berikut ini:

SELECT * FROM siswa;

Semoga artikel ini bermanfaat

Untuk artikel yang lain, Anda dapat membaca pada halaman Perintah SQL

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perancangan Database Sistem Informasi Penjualan

Untuk dapat membuat Program Aplikasi Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian, setidaknya Anda akan membutuhkan 3 tabel master data dan 2 tabel transaksi. Untuk tabel master data diantaranya adalah tabel Kategori, tabel Barang, dan tabel Supplier. Sedangkan untuk proses transaksi akan disimpan pada tabel Penjualan dan tabel Pembelian. Tidak hanya itu, untuk setiap transaksi memerlukan tabel tambahan untuk menyimpan daftar item barang yang masuk dalam Penjualan atau Pembelian, biasanya Kita dapat membuatnya dengan tabel Penjualan_Item atau Pembelian_Item. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah masing-masing nama tabel yang dibutuhkan.

DESAIN STRUKTUR DATA
Jika Anda sudah bisa mendefinisikan atribut data apa saja yang akan dikelola dalam Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian, maka Anda dapat mendefinisikan entitas isi data yang akan disimpan di dalam tabel, entitas ini tentunya sebagai informasi yang akan dicatat atau direkam dalam database. Berikut ini adalah hasil Perancangan Database Sistem Informasi Penjualan yang dapat Anda pahami :

  • Tabel Kategori ( kd_kategori, nm_kategori )
  • Tabel Barang ( kd_barang, nm_barang, keterangan, harga_beli, harga_jual, diskon, stok, kd_kategori )
  • Tabel Supplier ( kd_supplier, nm_supplier, alamat, no_telepon )
  • Tabel Pejualan ( no_penjualan, tgl_penjualan, pelanggan, keterangan )
  • Tabel Penjualan_item ( no_penjualan, kd_barang, jumlah, harga, diskon )
  • Tabel Pembelian ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_supplier, keterangan )
  • Tabel Pembelian_item ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_barang, jumlah )

Dari daftar tabel di atas, perlu Anda pahami bahwa tabel Penjualan dan tabel Penjualan_item adalah satu paket, dipakai untuk menyimpan dalam Transaksi Penjualan. Tabel Penjualan dipakai untuk menyimpan data tranasaksi utama, sedangkan pada tabel Penjualan_item dipakai untuk menyimpan daftar barang yang dijual.

Begitu juga dalam proses Transaksi Pembelian atau transaksi Penerimaan, pada tabel Pembelian dipakai untuk menyimpan informasi data utama transaksi, yaitu nomor faktur dan tanggal, serta supplier. Sedangkan pada tabel Penjualan_item dipakai untuk menyimpan informasi data barang yang dibeli atau diterima dalam transaksi tersebut.

PENAMBAHAN DATA PELANGGAN

Apabila Anda ingin menambahkan informasi data Pelanggan atau Customer di dalam sistem, maka Anda dapat membuat satu lagi tabel master data Pelanggan, kemudian data Pelanggan dikaitkan (direlasikan) dengan Transaksi Penjualan. Jadi, berikut ini adalah contoh baru Desain Perancangan Database Penjualan dan Pembelian lengkap dengan data Pelanggan/ Customer.

  • Tabel Kategori ( kd_kategori, nm_kategori )
  • Tabel Barang ( kd_barang, nm_barang, keterangan, harga_beli, harga_jual, diskon, stok, kd_kategori )
  • Tabel Supplier ( kd_supplier, nm_supplier, alamat, no_telepon )
  • Tabel Pelanggan ( kd_pelanggan, nm_pelanggan, alamat, no_telepon )
  • Tabel Pejualan ( no_penjualan, tgl_penjualan, kd_pelanggan, keterangan )
  • Tabel Penjualan_item ( no_penjualan, kd_barang, jumlah, harga, diskon )
  • Tabel Pembelian ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_supplier, keterangan )
  • Tabel Pembelian_item ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_barang, jumlah )

Demikian dulu artikel dari Kami, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat.

Selamat belajar

Perancangan dan Relasi Tabel Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah

Bagi Anda yang saat ini belajar membuat program, terutama program aplikasi dengan studi kasus pada Sistem Informasi Perpustakaan, berikut ini akan Saya bagikan Perancangan dan Desain Relasi Tabel Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah, dengan adanya desain ini mudah-mudahan dapat menjadikan bahan referensi dan contoh dalam pengembangan program aplikasi perpustakaan yang saat ini sedang Anda kembangkan.

Untuk memudahkan dalam pemahaman, Kita akan fokus pada Perpustakaan Sekolah sebagai studi kasusnya, bisa pada Sekolah tingkat SMP maupun SMA.

KEBUTUHAN TABEL DATA
Untuk membuat sebuah Sistem Informasi Perpustakaan, maka Anda harus bisa mendefinisikan atribut apa saja yang akan dikelola dalam sistem aplikasi, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pada Perpustakaan yang akan dijadikan sebagai objek penelitian atau Subjek yang akan menggunakan aplikasi ini. Untuk sebuah Perpustakaan Sekolah, setidaknya akan membutuhkan tabel utama berikut ini :

  1. Tabel Data Kategori
  2. Tabel Data Buku
  3. Tabel Data Siswa
  4. Tabel Data Petugas

Setidaknya 4 tabel itu sebagai Master Data utama yang harus ada, data Buku disimpan di dalam Tabel Buku, sedangkan pengelompokkan data Buku akan disimpan di dalam Tabel Kategori. Untuk anggota perpustakaan adalah Siswa itu sendiri yang disimpan dalam Tabel Siswa, sebagai pengembangan tentu bisa saja Guru juga sebgai anggota perpustakaan. Sedangkan untuk pengelola disimpan di dalam Tabel Petugas.

Selain 4 tabel master data di atas, masih ada lagi tabel data yang dipakai untuk menyimpan setiap transaksi, yaitu transaksi peminjaman, pengembalian dan juga bisa denda.

DESAIN STRUKTUR DATA
Jika Anda sudah bisa mendefinisikan atribut data apa saja yang akan dikelola dalam Sistem Perpustakaan, maka Anda dapat mendefinisikan entitas isi data yang akan disimpan di dalam tabel, entitas ini tentunya sebagai informasi yang akan dicatat atau direkam dalam database.

  1. Tabel Kategori ( kd_kategori, nm_kategori )
  2. Tabel Buku ( kd_buku, judul, pengarang, penerbit, foto, deskripsi, jumlah, kd_kategori ). Pada tabel ini memiliki kolom tamu kd_kategori yang berasal dari tabel Kategori.
  3. Tabel Siswa ( kd_siswa, nm_siswa, kelamin, kelas, alamat, no_telepon )
  4. Tabel Petugas ( kd_petugas, nm_petugas, username, password, level )

Desain struktur kolom tabel di atas dapat Anda kembangkan sendiri sesuai kebutuhan, sehingga data yang akan disimpan dalam database menjadi lebih lengkap.

Untuk tabel transaksi, dapat Kami berikan contoh entitas seperti berikut:
Transaksi Peminjaman
Untuk transaksi peminjaman memiliki 2 tabel penyimpanan, yaitu tabel peminjaman untuk menyimpan data utama transaksi, dan tabel peminjaman_item untuk menyimpan judul buku apa saja yang dipinjam.

Tabel peminjaman ( no_peminjaman, tgl_peminjaman, kd_siswa, keterangan ), pada tabel ini kd_siswa adalah kolom tamu yang berasal dari tabel siswa.
Tabel peminjaman_item ( no_peminjaman, kd_buku, jumlah ), tabel ini merupakan tabel anak dari tabel peminjaman, dimana kolom no_peminjaman adalah kolom tamu dari induknya yaitu tabel peminjaman, sedangkan kolom kd_buku adalah kolom tamu dari tabel buku.

Transaksi Pengembalian
Untuk transaksi pengembalian dapat dibuat dalam 1 tabel saja, tabel ini akan terhubung secara One to One dengan tabel peminjaman.
Tabel pengembalian ( no_pengembalian, tgl_pengembalian, no_peminjaman, kd_buku, denda, keterangan ). Pada tabel ini memiliki kolom tamu, yaitu kolom no_peminjaman dari tabel peminjaman, dan kolom kd_buku dari tabel buku.

GAMBAR RELASI TABEL
Berikut ini akan Kami gambarkan Desain Relasi Tabel Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah dengan menganut pada desain yang Kami jelaskan di atas, desain relasi tabel ini Kami buat dari tools phpMyAdmin, Anda dapat juga membuatnya lewat Ms Visio.

INVENTARISASI BUKU PERPUSTAKAAN
Jika Anda ingin meningkatkan Sistem Perpustakaan di atas menjadi Sistem Informasi Inventarisasi Buku Perpustakaan, maka Anda harus membuat pengkodean unik pada setiap koleksi buku yang ada. Sebagai contoh begini, buku berjudul FISIKA 1 dengan Kode judul bukunya B001, Perpustakaan memiliki buku tersebut sejumlah 10 buku, maka dari 10 buku dengan judul yang sama ( FISIKA 1 ) tadi harus dibuat kode masing-masing, sehingga pengkodean setiap unit buku ini disebut dengan Inventarisasi Buku.

Berikut ini contoh lebih detilnya, buku FISIKA 1 ada 10 unit buku. Buku FISIKA 1 tadi memiliki kode judul bukunya adalah B001, maka jika dari ke-10 unit buku tadi akan dibuat Kode Inventaris Buku, maka kodenya tiap unit buku menjadi seperti berikut :

  • B001.01 = Buku FISIKA 1 koleksi 1
  • B001.02 = Buku FISIKA 1 koleksi 2
  • B001.03 = Buku FISIKA 1 koleksi 3
  • B001.04 = Buku FISIKA 1 koleksi 4
  • B001.05 = Buku FISIKA 1 koleksi 5
  • B001.06 = Buku FISIKA 1 koleksi 6
  • B001.07 = Buku FISIKA 1 koleksi 7
  • B001.10 = Buku FISIKA 1 koleksi 10

Jadi setiap unit (koleksi) buku akan diberikan kode inventaris sendiri, kode di atas dapat ditulis dalam setiap cover/sampul buku.
MENJUAL CONTOH APLIKASI PERPUSTAKAAN
Ini adalah iklan, bagi Anda yang membutuhkan Contoh Inventarisasi Buku Perpustakaan, Anda dapat membelinya kepada Kami dengan harga Rp. 800.000, Anda akan mendapatkan program lengkap yang dapat dimodifikasi lagi.

Semoga artikel dan informasi ini bermanfaat

Perintah SQL : ORDER BY Untuk Mengurutkan Data

Perintah ORDER BY adalah bagian dari Perintah SELECT, perintah ORDER BY dipakai untuk mengurutkan data, pilihannya adalah DESC dan ASC. Perintah DESC dipakai untuk mengurutkan data secara Descending (dari Z ke A), sedangkan Perintah ASC dipakai untuk mengurutkan data secara Ascending (dari A ke Z). Sintaks dasar perintahnya adalah:

SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY kolom ASC;

SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY kolom DESC;

Sebagai contoh Kita akan menampilkan data Siswa (dari tabel siswa) dengan urut data Kode secara Descending (dari Z ke A), maka perintahnya adalah:

SELECT * FROM siswa ORDER BY kd_siswa DESC;

Contoh lagi, Kita akan menampilkan data Siswa dengan urut nama secara Ascending (dari A ke Z), maka perintahnya adalah:

SELECT * FROM siswa ORDER BY nm_siswa ASC;

Untuk lebih jelas, lihat hasilnya pada gambar di bawah:

Perintah ORDER BY Untuk Mengurutkan Data dalam Perintah SELECT

Perintah ORDER BY Untuk Mengurutkan Data dalam Perintah SELECT

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Menyimpan Data ke dalam Database MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menyimpan data ke dalam tabel database MySQL adalah INSERT. Dengan perinah ini Kita dapat memasukkan data ke dalam masing-masing tabel yang ada di dalam database. Ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

INSERT INTO nama_tabel (kolom1, kolom2) VALUES (‘data1’, ‘data2’);

Dari sintaks SQL di atas, tabel nama_tabel memiliki 2 kolom data yang akan ditambah data, yaitu kolom1 dan kolom2. Informasi data1 adalah data yang akan disimpan ke dalam kolom kolom1, sedangkan data2 adalah data yang akan disimpan ke dalam kolom2.

Sebagai contoh, Kita akan menyimpan data ke dalam tabel jurusan, di dalam tabel ini memiliki 2 kolom data saja, yaitu kolom kd_jurusan dan nm_jurusan. Maka perintah SQL-nya adalah:

INSERT INTO jurusan (kd_jurusan, nm_jurusan) VALUES(‘J01’, ‘Mesin Otomotif’);

INSERT INTO jurusan (kd_jurusan, nm_jurusan) VALUES(‘J02’, ‘Mesin Industri’);

Setelah beberapa data disimpan ke dalam tabel, Anda dapat melihat isi tabel dengan perintah SELECT, seperti di bawah ini hasilnya:

Perintah SQL Untuk Menyimpan Data ke Tabel MySQL

Perintah SQL Untuk Menyimpan Data ke Tabel MySQL

Sebagai latihan, coba sekarang Anda masukkan beberapa data ke dalam tabel jurusan, masukkan semua jurusan yang ada di sekolah SMK.

Berikutnya, Anda dapat berlatih memasukkan data ke dalam tabel siswa, di sana ada bebrapa tabel di dalamnya. Perintah INSERT tidak mengharuskan Kita memasukkan data ke semua kolom yang ada di dalam suatu tabel, akan tetapi Kita dapat memilih kolom mana saja yang akan disisipi data. Sebagai contoh, pada tabel siswa akan dimasukan beberapa data saja, misalnya hanya pada kolom Kode, Nama dan Kelamin. Contoh SQL-nya :

mysql> INSERT INTO siswa(kd_siswa, nm_siswa, kelamin)
-> VALUES(‘S0001’, ‘Fitria Prasetiawati’, ‘Perempuan’);

mysql> INSERT INTO siswa(kd_siswa, nm_siswa, kelamin)
-> VALUES(‘S0002’, ‘Indah Indriyanna’, ‘Perempuan’);

mysql> INSERT INTO siswa(kd_siswa, nm_siswa, kelamin)
-> VALUES(‘S0003’, ‘Septi Suhesti’, ‘Perempuan’);

Pada contoh Perintah SQL INSERT di atas, Kami menekan Enter (untuk ganti baris) dalam membuat Perintah SQL. Cara tersebut dapat dilakukan apabila perintah SQL yang dibuat lebih panjang dari layar, sehingga perintahnya mudah dibuat. Lihatlah gambar ilustrasinya:

Perintah SQL Untuk Memasukkan Data ke Database MySQL

Perintah SQL Untuk Memasukkan Data ke Database MySQL

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Mengubah Nama Tabel MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk mengubah nama tabel dalam database MySQL adalah perintah RENAME TABLE. Dengan perinah ini Kita dapat menguba nama tabel A menjadi tabel B, atau sebaliknya. Ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

RENAME TABLE tabel_lama TO tabel_baru;

Dari sintaks SQL di atas, tabel_lama adalah nama tabel yang akan diubah namanya menjadi tabel_baru. Sedangkan tabel_baru adalah nama tabel yang akan digunakan sekarang, dengan catatan nama_tabel baru belum dipakai di dalam database tersebut.

Untuk mengubah beberapa tabel secara bersamaan, Anda dapat menggunakan tanda koma (,) antara satu perintah, misalnya;

RENAME TABLE tabel_lama1 TO tabel_baru1,
tabel_lama2 TO tabel_baru2,
tabel_lama3 TO tabel_baru3;

Sebagai contoh, Kita akan mengubah nama tabel jurusan menjadi data_jurusan, maka perintahnya adalah:

RENAME TABLE jurusan TO data_jurusan;

Sekarang, lihatlah hasilnya dengan menampilkan daftar tabel dengan perintah SHOW DATABASES, seperti contoh gambar di bawah:

Perintah SQL Untuk Mengganti Nama Tabel MySQL

Perintah SQL Untuk Mengganti Nama Tabel MySQL

Sekarang untuk latihan, kembalikan nama tabel data_jurusan menjadi tabel jurusan.

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Menghapus Kolom Tabel MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menghapus kolom tabel dalam database MySQL adalah perintah ALTER TABLE…DROP, dengan ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

ALTER TABLE nama_tabel DROP nama_kolom;

Dari sintaks SQL di atas, nama_kolom adalah nama kolom tabel yang akan dihapus, Anda dapat memisahkan dengan tanda koma (,) jika kolom tabel yang dihapus lebih dari satu kolom.

Sebagai contoh, Kita akan menghapus kolom no_telepon yang ada di dalam tabel siswa, maka perintahnya adalah:

ALTER TABLE siswa DROP no_telepon;

Sekarang, lihatlah hasilnya dengan menampilkan daftar struktur tabel dengan perintah DESC siswa, seperti contoh gambar di bawah:

Perintah SQL Menghapus Kolom Tabel MySQL

Perintah SQL Menghapus Kolom Tabel MySQL

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Menambah Kolom Tabel MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menambah kolom baru di dalam tabel database MySQL adalah perintah ALTER TABLE…ADD, dengan ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

ALTER TABLE nama_tabel ADD nama_kolom TYPE(panjang) AFTER kolom_tabel;

Dengan penjelasan sebagai berikut:

  • nama_tabel adalah nama tabel yang akan diperbaiki
  • nama_kolom adalah nama kolom baru yang akan ditambahkan, sedangkan TYPE(panjang) adalah jenis tipe data dan panjang data yang akan dipakai.
  • AFTER kolom_tabel adalah alamat dimana kolom baru akan diletakkan, misalnya AFTER no_telepon, artinya kolom akan diletakkan setelah kolom no_telepon.

Sebagai latihan, sekarang Kita akan menambahkan kolom kd_jurusan ke dalam tabel siswa, letakkan kolom baru tersebut setelah kolom no_telepon. Perintahnya adalah:

ALTER TABLE siswa ADD kd_jurusan CHAR(3) AFTER no_telepon;

Untuk melihat hasilnya, gunakan perintah DESC siswa untuk melihat struktur tabel sekarang.

Perintah SQL Untuk Menambah Kolom Baru ke Tabel MySQL

Perintah SQL Untuk Menambah Kolom Baru ke Tabel MySQL

Untuk latihan, sekarang Anda coba sendiri untuk menambahkan kolom data baru untuk menyimpan data Kelamin, misalnya saja nama kolomnya kelamin, letakkan setelah nama kolom nm_siswa.

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Membuat Tabel dalam Database MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk membuat tabel baru di dalam database MySQL adalah perintah CREATE TABLE, dengan ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

CREATE TABLE nama_tabel (kolom_1 TYPE(panjang), kolom_2 TYPE(panjang), kolom_3 TYPE(panjang), PRIMARY KEY(kolom_1));

Pada sintaks di atas :

  • nama_tabel adalah nama dari tabel yang akan dibuat
  • kolom_1, kolom_2, dan kolom_3 adalah nama kolom tabel yang akan dibuat
  • TYPE(panjang) adalah tipe data yang dipakai, dan panjang datanya.
  • PRIMARY KEY adalah perintah untuk membuat kolom kunci primer pada kolom yang ditunjuk, biasanya kolom pertama.

Catatan : Yang perlu Anda perhatikan adalah, nama kolom tidak boleh menggunakan karakter spesial , juga tidak boleh menggunakan spasi kosong. Anda dapat menyambung 2 kata dalam nama tabel, misalnya tabel data siswa disambung menjadi datasiswa, atau disambung dengan karakter garis bawah misalnya data_siswa. Nama tabel boleh menggunakan angka, sia1_jurusan, sia2_siswa dan seterusnya.

Latihan #1
Sebagai contoh, Kita akan membuat tabel baru untuk menyimpan data Jurusan, dengan atribut data yang disimpan adalah Kode dan Nama jurusan. Hanya 2 kolom saja, kolom data Kode dibuat hanya 3 digit karakter saja, sedangkan kolom Nama dibuat maksimal 100 digit karakter.

Sebelum membuat tabel, Anda harus membuat database dan masuk ke dalam database tersebut. Studi kasus Kita adalah database untuk Sekolah, dengan nama database sia_smu1db. Silahkan baca artikel Panduan Membuat Database MySQL.

Jika sudah aktif dalam database, berikut adalah contoh perintah untuk membuat tabel jurusan:

CREATE TABLE jurusan (kd_jurusan CHAR(3), nm_jurusan VARCHAR(100)
PRIMARY KEY(kd_jurusan));

Untuk melihat hasilnya, Anda dapat menampilkan semua tabel yang ada di dalam database aktif dengan cara SHOW TABLES;, contoh:

Perintah SQL Membuat Tabel MySQL

Perintah SQL Membuat Tabel MySQL

Latihan #2
Sebagai latihan kedua, sekarang Kita akan membuat tabel untuk menyimpan data Siswa, dengan banyak atribut datanya adalah 4 kolom data, yaitu untuk menyimpan data: Kode siswa, Nama siswa, Alamat dan Nomor Telepon. Berikut contoh perintahnya:

CREATE TABLE siswa (kd_siswa CHAR(5), nm_siswa VARCHAR(100),
alamat VARCHAR(100), no_telepon VARCHAR(20), PRIMARY KEY(kd_siswa));

Sekarang Anda sudah memiliki 2 tabel di dalam database sia_smu1db, buktikan dengan perintah SHOW TABLES untuk melihat daftar tabel yang ada di dalamnya. Contoh:

Perintah SQL Untuk Membuat Tabel MySQL

Perintah SQL Untuk Membuat Tabel MySQL

Ada satu perintah yang dimiliki oleh MySQL untuk melihat struktur tabel yang sudah dibuat, yaitu perintah DESC atau DESCRIBE. Dengan perintah ini Anda dapat melihat struktur desain tabel. Sebagai contoh:

DESC siswa;

Hasilnya, tabel siswa akan dideskripsikan desain tabelnya, seperti contoh gambar berikut:

Perintah SQL Untuk Menampilkan Struktur Tabel MySQl

Perintah SQL Untuk Menampilkan Struktur Tabel MySQl

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho