Category Archives: Tip & Trik

Panduan Membuat Program Manajemen Data dengan PHP-MySQL dan Editor Dreamweaver

Pada artikel ini, Anda akan belajar langsung melalui video yang sudah Kami buat dalam beberapa seri, yaitu Pemrograman PHP-MySQL dengan editor Dreamweaver. Artikel video yang sudah Kami buat diantaranya adalah belajar membuat program Tambah (Simpan) Data, Tampil Data, Ubah Data dan Hapus Data.

Semuua video artikel akan Kami ajarkan lewat editor Dreamweaver, sehingga Anda dapat lebih mudah dalam mengikuti dan menguji coba sendiri lewat Komputer/Laptop Anda di rumah.

Berikut ini adalah daftar videonya yang sudah Kami unggah pada kanal YouTube :

  1. Cara Mudah Membuat Program Tambah (Simpan) Data dengan PHP-MySQL
  2. Cara Mudah Membuat Program Tampilan Data dengan PHP-MySQL
  3. Cara Mudah Membuat Program Ubah (Edit) Data dengan PHP-MySQL
  4. Cara Mudah Membuat Program Hapus (Delete) Data dengan PHP-MySQL
  5. Demikianlah video artikel yang sudah Kami terbitkan dalam media YouTube, semoga artikel ini dapat bermanfaat buat belajar Anda.

     

Tugas Perancangan Basis Data – Membuat Desain Database Sistem Ujian Online Siswa

Melalui artikel ini Kami ingin berbagi, yaitu bagaimana caranya Membuat Desain Database Sistem Ujian Online Siswa, baik untuk tingkat SMP, SMA dan juga SMK. Khusus bagi Anda mahasiswa Teknik Informatika dan Manajemen Informatika, artikel ini dapat Anda jadikan referensi dalam Tugas Perancangan Basis Data, dan lebih lagi dapat Anda jadikan referensi dalam mengembangan Tugas Akhir dan Skripsi yang sekarang sedang Anda ambil.

Sistem Informasi Ujian Online belakangan ini banyak diterapkan untuk mempermudah system ujian yang ada di sekolah, terutama untuk sekolah SMP, SMA dan juga SMK. Meskipun dinamakan Ujian Online, sebenarnya aplikasi nyata tidak harus dijalankan secara Online seperti layaknya di Internet, akan tetapi bisa juga dijalankan secara Intranet dalam jarungan Lab Komputer di Sekolah.

Desain Database Aplikasi Ujian Online Sekolah

Pertama, Anda akan melihat dan memahami desain database untuk aplikasi Ujian Online yang dipakai pada sekolah tingkat SMP dan SMA, secara sederhana dapat dibuat dengan entitas dan atribut struktur datanya seperti berikut :

Tabel Data Pelajaran

Untuk menyimpan Data Pelajaran dibutuhkan tabel sendiri, Kita beri nama tabel itu dengan pelajaran. Di dalam tabel ini berisi kolom antara lain; kode_pelajaran, nama_pelajaran.

Tabel Data Kelas

Untuk menyimpan Data Kelas dibutuhkan tabel dengan nama kelas. Di dalam tabel ini berisi kolom antara lain; kode_kelas, nama_kelas.

Tabel Data Soal

Untuk menyimpan Data Soal dibutuhkan tabel dengan nama soal, tabel ini dipakai untuk menyimpan semua soal yang diujikan. Di dalam tabel ini berisi kolom antara lain; kode_soal, kode_pelajaran, kode_kelas, semester, pertanyaan, pilihan_a, pilihan_b, pilihan_c, pilihan_d, pilihan_e dan kunci.

Tabel Data Siswa

Untuk menyimpan Data Siswa dibutuhkan tabel dengan nama siswa, tabel ini dipakai untuk menyimpan semua data Siswa aktif yang berhak mengikuti ujian, yaitu Siswa pada sekolah yang mengadakan aplikasi Ujian online ini. Di dalam tabel ini berisi kolom antara lain; kode_siswa, nama_siswa, nis, kelamin, agama, tempat_lahir, tanggal_lahir, alamat, no_telepon, foto, username, dan password.

Tabel Kegiatan Ujian

Untuk menyimpan Data Ujian dibutuhkan tabel dengan nama ujian. Tabel ini dipakai untuk menyimpan kegiatan ujian yang diadakan oleh sekolah, kegiatan ujian yang dimaksud adalah ujian per kelas dan per pelajaran masing-masing. Untuk atribut kolom datanya yang diperlukan adalah; nomor_ujian, kode_kelas, kode_pelajaran, tanggal, jam, keterangan, durasi, status, dan kode_user.

Tabel Data Peserta Ujian

Untuk menyimpan Data Peserta dari setiap Ujian, maka dibutuhkan tabel sendiri yang diberi nama ujian_peserta. Dengan adanya tabel ini, maka di dalam program dapat dibuatkan form untuk memasukkan daftar Siswa siapa saja yang memiliki hak untuk melaksanakan Ujian ataupun hanya sekedar Latihan Ujian. Tabel ini membutuhkan kolom antara lain; nomor_peserta, nomor_ujian, kode_siswa, status.

Tabel Data Ujian Hasil Kerja

Untuk menyimpan Data Hasil dari Ujian setiap Peserta(Siswa), maka dibutuhkan tabel sendiri yang diberi nama ujian_kerja. Tabel ini fungsinya adalah untuk menyimpan setiap hasil ujian dari semua soal yang diujikan dari tiap-tiap peserta (siswa), baik itu soal yang sudah dijawab maupun belum dijawab, maka hasil akan disimpan di dalam tabel ini.  Tabel ini membutuhkan kolom data antara lain; id, nomor_peserta, kode_soal, jawaban_pilih.

Tabel Data User

Tabel ini dipakai untuk menyimpan User atau Petugas yang mengelola aplikasi Ujian Online ini, bisa dimiliki oleh Guru ataupun petugas Pengajaran. Tabel dapat dibuat dengan nama user, dengan atribut kolom antara lain; kode_user, nama_user, username, password, level.

 

Desain Relasi Database Aplikasi Ujian Online Sekolah

Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat setiap nama tabel dan atribut kolomnya seperti pada gambar relasi yang sudah Kami buat, yaitu Relasi Antar Tabel Sistem Informasi Ujian Online Siswa. Berikut ini gambarnya;

 

Penjelasan dari Gambar Relasi di atas:

  • Tabel pelajaran memiliki hubungan relasi dengan tabel soal, jenis hubungannya adalah One to Many. Artinya, 1 mata Pelajaran memiliki lebih dari 1 Soal.
  • Tabel kelas memiliki hubungan relasi dengan tabel soal, jenis hubungannya juga One to Many. Artinya, 1 tingkatan Kelas memiliki lebih dari 1 Soal. Misalnya untuk Kelas X(10) dengan mata Pelajaran Matematika, jelas memiliki banyak Soal, atau lebih dari 1 Soal.
  • Tabel kelas juga memiliki hubungan relasi dengan tabel siswa, jenis hubungannya adalah One to Many. Artinya untuk 1 kelas bisa terdapat lebih dari 1 Siswa, atau satu kelas ada banyak Siswa.
  • Tabel ujian memiliki hubungan relasi dengan tabel ujian_peserta, jenis hubungannya adalah One to Many. Artinya, 1 kegiatan Ujian akan diisi oleh lebih dari 1 Siswa, atau dalam arti lain satu jadwal ujian akan berisi banyak peserta atau siswa.
  • Tabel ujian memiliki 2 kunci tamu, yaitu kolom kd_pelajaran dari tabel pelajaran dan kolom kd_kelas dari tabel kelas.
  • Tabel ujian_peserta memiliki hubungan relasi dengan tabel ujian_kerja, jenis hubungannya juga One to Many. Artinya, dalam setiap Nomor Ujian Peserta akan mengerjakan Soal lebih dari 1, atau setiap Peserta (siswa) akan mengerjakan banyak Soal yang diujikan.
  • Tabel soal memiliki hubungan relasi dengan tabel ujian_kerja, dengan jenis relasi One to Many. Sedangkan tabel ujian_peserta memiliki hubungan relasi dengan tabel ujian_kerja. Artinya, dalam satu kali ujian, satu orang Peserta(siswa) akan diberikan banyak Soal. Kemudian untuk 1 Soal yang sama, akan diberikan oleh banyak Peserta(peserta) yang berbeda-beda, baik dalam satu kegiatan Ujian yang sama maupun Ujian berbeda.

 

Demikianlah pembahasan artikel terkait Membuat Desain Database Sistem Informasi Ujian Online Siswa, khususnya untuk Siswa jenjang SMP dan SMA. Sedangkan untuk Siswa jenjang SMK dapat Anda kembangkan dengan menambahkan tabel Data Jurusan.

Sekian dulu pembahasannya yaa…., semoga artikel ini bermanfaat buat yang membutuhkan..

Salam dari Bunafit Komputer, Lampung Timur

Lanjut ke artikel berikutnya.

 

Contoh Program Aplikasi Ujian Online dan E-Learning Sekolah

Bagi Anda yang membutuhkan Contoh Program Nyata, maka Kami sudah menyediakannya, Kami menjualnya di website ini, silahkan jika berminat :

Perintah SQL Untuk Mengubah Data dari Database MySQL

Melalui artikel ini, Anda dapat belajar mengenai perintah SQL (Struktured Query Language) yang dipakai untuk Mengubah Data yang ada di dalam databse. Data yang sudah terlanjur diinput (disimpan) di dalam tabel database dapat diperbaiki dengan mudah dengan perintah UPDATE.  Berikut ini adalah perintah dasarnya :

UPDATE nama_tabel
SET kolom1 = nilaidata1, kolom2 = nilaidata2, …
WHERE kondisi;

Dari sintaks dadasar perintah SQL di atas, nama_tabel adalah tabel yang isinya akan diperbarui (di-Update). Data yang akan diperbaiki terletak pada kolom1 dan kolom2. Untuk kolom1 akan diperbaiki dengan data terbaru yaitu nilaidata1, sedangkan kolom2 akan diisi dengan nilaidata2.

Untuk memilih baris data mana yang akan diperbarui, maka perintah SQL menggunakan tambahan WHERE kondisi untuk menunjuk baris data tertentu yang akan diperbaiki, sehingga baris data lain tidak akan terganggu. Untuk kondisi, Kita dapat menggunakan kolom Kunci (Primary Key), karena pada kolom ini datanya bersifat unik (tidak ada yang sama).

Sebagai contoh kasus, Kita akan memperbaiki data yang ada di dalam tabel siswa. Misalnya saja data pada kolom kelamin dan alamat, data yang diperbaiki adalah dengan Kode S0001. Perinhtahnya adalah:

UPDATE siswa SET kelamin=’Laki-laki’, alamat =’ Way Jepara, Lampung Timur’
WHERE kd_siswa = ‘S0001’;

Contoh lain, Kita akan memperbaiki data Siswa, data yang diperbaiki adalah kolom alamat  milik Siswa dengan Kode S0003. Perintahnya adalah :

UPDATE siswa SET alamat = ‘ Labuhan Ratu, Lampung Timur ‘
WHERE kd_siswa = ‘S0003’;

Jadi, dengan perinhtah UPDATE, Anda dapat memperbaiki data yang salah, atau dapat mengisi data baru jika pada kolom data ada yang masih kosong belum diisi.

Semoga bermanfaat ya

Perintah SQL Untuk Menghapus Data dari Database MySQL

Apabila di dalam tabel database MySQL sudah terdapat data, maka data yang ada tersebut dapat dihapus dengan mudah menggunakan perintah SQL. Data yang dihapus bersifat permanen atau tetap, sehingga apabila ada data sudah terhapus, maka baris data tersebut tidak dapat dikembalikan lagi ke dalam database.

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menghapus baris data di dalam tabel database MySQL adalah DELETE. Dengan perinah DELETE ini Anda dapat menentukan untuk memilih data mana yang akan dihapus, yaitu dengan klausa WHERE sebagai opsi untuk menentukan data yang akan dihapus.

DELETE FROM nama_tabel WHERE nama_kolom = nilai_data;

Dari sintaks SQL di atas, tabel nama_tabel adalah nama tabel yang isi datanya akan dihapus. Kemudian nama_kolom adalah kolom kunci dari tabel tersebut, biasanya sebagai kolom Primery Key, dan nilai_data adalah data yang ada di dalamnya.

Sebagai contoh, Kita akan menghapus data yang ada di dalam tabel siswa, data yang dihapus adalah data Jurusan dengan Kode J003, maka perintahnya adalah:

DELETE FROM siswa WHERE kd_siswa = ‘S0003’;

Dengan perintah di atas, maka data Siswa dengan Kode S0003 akan dihapus. Sedangkan data Siswa yang lain tidak akan dihapus.

Untuk melihat kembali data terakir setelah dihapus, Anda dapat menggunakan perintah berikut ini:

SELECT * FROM siswa;

Semoga artikel ini bermanfaat

Untuk artikel yang lain, Anda dapat membaca pada halaman Perintah SQL

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perancangan Database Sistem Informasi Penjualan

Untuk dapat membuat Program Aplikasi Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian, setidaknya Anda akan membutuhkan 3 tabel master data dan 2 tabel transaksi. Untuk tabel master data diantaranya adalah tabel Kategori, tabel Barang, dan tabel Supplier. Sedangkan untuk proses transaksi akan disimpan pada tabel Penjualan dan tabel Pembelian. Tidak hanya itu, untuk setiap transaksi memerlukan tabel tambahan untuk menyimpan daftar item barang yang masuk dalam Penjualan atau Pembelian, biasanya Kita dapat membuatnya dengan tabel Penjualan_Item atau Pembelian_Item. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah masing-masing nama tabel yang dibutuhkan.

DESAIN STRUKTUR DATA
Jika Anda sudah bisa mendefinisikan atribut data apa saja yang akan dikelola dalam Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian, maka Anda dapat mendefinisikan entitas isi data yang akan disimpan di dalam tabel, entitas ini tentunya sebagai informasi yang akan dicatat atau direkam dalam database. Berikut ini adalah hasil Perancangan Database Sistem Informasi Penjualan yang dapat Anda pahami :

  • Tabel Kategori ( kd_kategori, nm_kategori )
  • Tabel Barang ( kd_barang, nm_barang, keterangan, harga_beli, harga_jual, diskon, stok, kd_kategori )
  • Tabel Supplier ( kd_supplier, nm_supplier, alamat, no_telepon )
  • Tabel Pejualan ( no_penjualan, tgl_penjualan, pelanggan, keterangan )
  • Tabel Penjualan_item ( no_penjualan, kd_barang, jumlah, harga, diskon )
  • Tabel Pembelian ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_supplier, keterangan )
  • Tabel Pembelian_item ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_barang, jumlah )

Dari daftar tabel di atas, perlu Anda pahami bahwa tabel Penjualan dan tabel Penjualan_item adalah satu paket, dipakai untuk menyimpan dalam Transaksi Penjualan. Tabel Penjualan dipakai untuk menyimpan data tranasaksi utama, sedangkan pada tabel Penjualan_item dipakai untuk menyimpan daftar barang yang dijual.

Begitu juga dalam proses Transaksi Pembelian atau transaksi Penerimaan, pada tabel Pembelian dipakai untuk menyimpan informasi data utama transaksi, yaitu nomor faktur dan tanggal, serta supplier. Sedangkan pada tabel Penjualan_item dipakai untuk menyimpan informasi data barang yang dibeli atau diterima dalam transaksi tersebut.

PENAMBAHAN DATA PELANGGAN

Apabila Anda ingin menambahkan informasi data Pelanggan atau Customer di dalam sistem, maka Anda dapat membuat satu lagi tabel master data Pelanggan, kemudian data Pelanggan dikaitkan (direlasikan) dengan Transaksi Penjualan. Jadi, berikut ini adalah contoh baru Desain Perancangan Database Penjualan dan Pembelian lengkap dengan data Pelanggan/ Customer.

  • Tabel Kategori ( kd_kategori, nm_kategori )
  • Tabel Barang ( kd_barang, nm_barang, keterangan, harga_beli, harga_jual, diskon, stok, kd_kategori )
  • Tabel Supplier ( kd_supplier, nm_supplier, alamat, no_telepon )
  • Tabel Pelanggan ( kd_pelanggan, nm_pelanggan, alamat, no_telepon )
  • Tabel Pejualan ( no_penjualan, tgl_penjualan, kd_pelanggan, keterangan )
  • Tabel Penjualan_item ( no_penjualan, kd_barang, jumlah, harga, diskon )
  • Tabel Pembelian ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_supplier, keterangan )
  • Tabel Pembelian_item ( no_pembelian, tgl_pembelian, kd_barang, jumlah )

Demikian dulu artikel dari Kami, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat.

Selamat belajar

Perancangan dan Relasi Tabel Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah

Bagi Anda yang saat ini belajar membuat program, terutama program aplikasi dengan studi kasus pada Sistem Informasi Perpustakaan, berikut ini akan Saya bagikan Perancangan dan Desain Relasi Tabel Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah, dengan adanya desain ini mudah-mudahan dapat menjadikan bahan referensi dan contoh dalam pengembangan program aplikasi perpustakaan yang saat ini sedang Anda kembangkan.

Untuk memudahkan dalam pemahaman, Kita akan fokus pada Perpustakaan Sekolah sebagai studi kasusnya, bisa pada Sekolah tingkat SMP maupun SMA.

KEBUTUHAN TABEL DATA
Untuk membuat sebuah Sistem Informasi Perpustakaan, maka Anda harus bisa mendefinisikan atribut apa saja yang akan dikelola dalam sistem aplikasi, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pada Perpustakaan yang akan dijadikan sebagai objek penelitian atau Subjek yang akan menggunakan aplikasi ini. Untuk sebuah Perpustakaan Sekolah, setidaknya akan membutuhkan tabel utama berikut ini :

  1. Tabel Data Kategori
  2. Tabel Data Buku
  3. Tabel Data Siswa
  4. Tabel Data Petugas

Setidaknya 4 tabel itu sebagai Master Data utama yang harus ada, data Buku disimpan di dalam Tabel Buku, sedangkan pengelompokkan data Buku akan disimpan di dalam Tabel Kategori. Untuk anggota perpustakaan adalah Siswa itu sendiri yang disimpan dalam Tabel Siswa, sebagai pengembangan tentu bisa saja Guru juga sebgai anggota perpustakaan. Sedangkan untuk pengelola disimpan di dalam Tabel Petugas.

Selain 4 tabel master data di atas, masih ada lagi tabel data yang dipakai untuk menyimpan setiap transaksi, yaitu transaksi peminjaman, pengembalian dan juga bisa denda.

DESAIN STRUKTUR DATA
Jika Anda sudah bisa mendefinisikan atribut data apa saja yang akan dikelola dalam Sistem Perpustakaan, maka Anda dapat mendefinisikan entitas isi data yang akan disimpan di dalam tabel, entitas ini tentunya sebagai informasi yang akan dicatat atau direkam dalam database.

  1. Tabel Kategori ( kd_kategori, nm_kategori )
  2. Tabel Buku ( kd_buku, judul, pengarang, penerbit, foto, deskripsi, jumlah, kd_kategori ). Pada tabel ini memiliki kolom tamu kd_kategori yang berasal dari tabel Kategori.
  3. Tabel Siswa ( kd_siswa, nm_siswa, kelamin, kelas, alamat, no_telepon )
  4. Tabel Petugas ( kd_petugas, nm_petugas, username, password, level )

Desain struktur kolom tabel di atas dapat Anda kembangkan sendiri sesuai kebutuhan, sehingga data yang akan disimpan dalam database menjadi lebih lengkap.

Untuk tabel transaksi, dapat Kami berikan contoh entitas seperti berikut:
Transaksi Peminjaman
Untuk transaksi peminjaman memiliki 2 tabel penyimpanan, yaitu tabel peminjaman untuk menyimpan data utama transaksi, dan tabel peminjaman_item untuk menyimpan judul buku apa saja yang dipinjam.

Tabel peminjaman ( no_peminjaman, tgl_peminjaman, kd_siswa, keterangan ), pada tabel ini kd_siswa adalah kolom tamu yang berasal dari tabel siswa.
Tabel peminjaman_item ( no_peminjaman, kd_buku, jumlah ), tabel ini merupakan tabel anak dari tabel peminjaman, dimana kolom no_peminjaman adalah kolom tamu dari induknya yaitu tabel peminjaman, sedangkan kolom kd_buku adalah kolom tamu dari tabel buku.

Transaksi Pengembalian
Untuk transaksi pengembalian dapat dibuat dalam 1 tabel saja, tabel ini akan terhubung secara One to One dengan tabel peminjaman.
Tabel pengembalian ( no_pengembalian, tgl_pengembalian, no_peminjaman, kd_buku, denda, keterangan ). Pada tabel ini memiliki kolom tamu, yaitu kolom no_peminjaman dari tabel peminjaman, dan kolom kd_buku dari tabel buku.

GAMBAR RELASI TABEL
Berikut ini akan Kami gambarkan Desain Relasi Tabel Sistem Informasi Perpustakaan Sekolah dengan menganut pada desain yang Kami jelaskan di atas, desain relasi tabel ini Kami buat dari tools phpMyAdmin, Anda dapat juga membuatnya lewat Ms Visio.

INVENTARISASI BUKU PERPUSTAKAAN
Jika Anda ingin meningkatkan Sistem Perpustakaan di atas menjadi Sistem Informasi Inventarisasi Buku Perpustakaan, maka Anda harus membuat pengkodean unik pada setiap koleksi buku yang ada. Sebagai contoh begini, buku berjudul FISIKA 1 dengan Kode judul bukunya B001, Perpustakaan memiliki buku tersebut sejumlah 10 buku, maka dari 10 buku dengan judul yang sama ( FISIKA 1 ) tadi harus dibuat kode masing-masing, sehingga pengkodean setiap unit buku ini disebut dengan Inventarisasi Buku.

Berikut ini contoh lebih detilnya, buku FISIKA 1 ada 10 unit buku. Buku FISIKA 1 tadi memiliki kode judul bukunya adalah B001, maka jika dari ke-10 unit buku tadi akan dibuat Kode Inventaris Buku, maka kodenya tiap unit buku menjadi seperti berikut :

  • B001.01 = Buku FISIKA 1 koleksi 1
  • B001.02 = Buku FISIKA 1 koleksi 2
  • B001.03 = Buku FISIKA 1 koleksi 3
  • B001.04 = Buku FISIKA 1 koleksi 4
  • B001.05 = Buku FISIKA 1 koleksi 5
  • B001.06 = Buku FISIKA 1 koleksi 6
  • B001.07 = Buku FISIKA 1 koleksi 7
  • B001.10 = Buku FISIKA 1 koleksi 10

Jadi setiap unit (koleksi) buku akan diberikan kode inventaris sendiri, kode di atas dapat ditulis dalam setiap cover/sampul buku.
MENJUAL CONTOH APLIKASI PERPUSTAKAAN
Ini adalah iklan, bagi Anda yang membutuhkan Contoh Inventarisasi Buku Perpustakaan, Anda dapat membelinya kepada Kami dengan harga Rp. 800.000, Anda akan mendapatkan program lengkap yang dapat dimodifikasi lagi.

Semoga artikel dan informasi ini bermanfaat

Perintah SQL : ORDER BY Untuk Mengurutkan Data

Perintah ORDER BY adalah bagian dari Perintah SELECT, perintah ORDER BY dipakai untuk mengurutkan data, pilihannya adalah DESC dan ASC. Perintah DESC dipakai untuk mengurutkan data secara Descending (dari Z ke A), sedangkan Perintah ASC dipakai untuk mengurutkan data secara Ascending (dari A ke Z). Sintaks dasar perintahnya adalah:

SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY kolom ASC;

SELECT * FROM nama_tabel ORDER BY kolom DESC;

Sebagai contoh Kita akan menampilkan data Siswa (dari tabel siswa) dengan urut data Kode secara Descending (dari Z ke A), maka perintahnya adalah:

SELECT * FROM siswa ORDER BY kd_siswa DESC;

Contoh lagi, Kita akan menampilkan data Siswa dengan urut nama secara Ascending (dari A ke Z), maka perintahnya adalah:

SELECT * FROM siswa ORDER BY nm_siswa ASC;

Untuk lebih jelas, lihat hasilnya pada gambar di bawah:

Perintah ORDER BY Untuk Mengurutkan Data dalam Perintah SELECT

Perintah ORDER BY Untuk Mengurutkan Data dalam Perintah SELECT

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Menyimpan Data ke dalam Database MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menyimpan data ke dalam tabel database MySQL adalah INSERT. Dengan perinah ini Kita dapat memasukkan data ke dalam masing-masing tabel yang ada di dalam database. Ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

INSERT INTO nama_tabel (kolom1, kolom2) VALUES (‘data1’, ‘data2’);

Dari sintaks SQL di atas, tabel nama_tabel memiliki 2 kolom data yang akan ditambah data, yaitu kolom1 dan kolom2. Informasi data1 adalah data yang akan disimpan ke dalam kolom kolom1, sedangkan data2 adalah data yang akan disimpan ke dalam kolom2.

Sebagai contoh, Kita akan menyimpan data ke dalam tabel jurusan, di dalam tabel ini memiliki 2 kolom data saja, yaitu kolom kd_jurusan dan nm_jurusan. Maka perintah SQL-nya adalah:

INSERT INTO jurusan (kd_jurusan, nm_jurusan) VALUES(‘J01’, ‘Mesin Otomotif’);

INSERT INTO jurusan (kd_jurusan, nm_jurusan) VALUES(‘J02’, ‘Mesin Industri’);

Setelah beberapa data disimpan ke dalam tabel, Anda dapat melihat isi tabel dengan perintah SELECT, seperti di bawah ini hasilnya:

Perintah SQL Untuk Menyimpan Data ke Tabel MySQL

Perintah SQL Untuk Menyimpan Data ke Tabel MySQL

Sebagai latihan, coba sekarang Anda masukkan beberapa data ke dalam tabel jurusan, masukkan semua jurusan yang ada di sekolah SMK.

Berikutnya, Anda dapat berlatih memasukkan data ke dalam tabel siswa, di sana ada bebrapa tabel di dalamnya. Perintah INSERT tidak mengharuskan Kita memasukkan data ke semua kolom yang ada di dalam suatu tabel, akan tetapi Kita dapat memilih kolom mana saja yang akan disisipi data. Sebagai contoh, pada tabel siswa akan dimasukan beberapa data saja, misalnya hanya pada kolom Kode, Nama dan Kelamin. Contoh SQL-nya :

mysql> INSERT INTO siswa(kd_siswa, nm_siswa, kelamin)
-> VALUES(‘S0001’, ‘Fitria Prasetiawati’, ‘Perempuan’);

mysql> INSERT INTO siswa(kd_siswa, nm_siswa, kelamin)
-> VALUES(‘S0002’, ‘Indah Indriyanna’, ‘Perempuan’);

mysql> INSERT INTO siswa(kd_siswa, nm_siswa, kelamin)
-> VALUES(‘S0003’, ‘Septi Suhesti’, ‘Perempuan’);

Pada contoh Perintah SQL INSERT di atas, Kami menekan Enter (untuk ganti baris) dalam membuat Perintah SQL. Cara tersebut dapat dilakukan apabila perintah SQL yang dibuat lebih panjang dari layar, sehingga perintahnya mudah dibuat. Lihatlah gambar ilustrasinya:

Perintah SQL Untuk Memasukkan Data ke Database MySQL

Perintah SQL Untuk Memasukkan Data ke Database MySQL

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Mengubah Nama Tabel MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk mengubah nama tabel dalam database MySQL adalah perintah RENAME TABLE. Dengan perinah ini Kita dapat menguba nama tabel A menjadi tabel B, atau sebaliknya. Ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

RENAME TABLE tabel_lama TO tabel_baru;

Dari sintaks SQL di atas, tabel_lama adalah nama tabel yang akan diubah namanya menjadi tabel_baru. Sedangkan tabel_baru adalah nama tabel yang akan digunakan sekarang, dengan catatan nama_tabel baru belum dipakai di dalam database tersebut.

Untuk mengubah beberapa tabel secara bersamaan, Anda dapat menggunakan tanda koma (,) antara satu perintah, misalnya;

RENAME TABLE tabel_lama1 TO tabel_baru1,
tabel_lama2 TO tabel_baru2,
tabel_lama3 TO tabel_baru3;

Sebagai contoh, Kita akan mengubah nama tabel jurusan menjadi data_jurusan, maka perintahnya adalah:

RENAME TABLE jurusan TO data_jurusan;

Sekarang, lihatlah hasilnya dengan menampilkan daftar tabel dengan perintah SHOW DATABASES, seperti contoh gambar di bawah:

Perintah SQL Untuk Mengganti Nama Tabel MySQL

Perintah SQL Untuk Mengganti Nama Tabel MySQL

Sekarang untuk latihan, kembalikan nama tabel data_jurusan menjadi tabel jurusan.

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho

Perintah SQL Untuk Menghapus Kolom Tabel MySQL

Perintah SQL (Structured Query Language) yang dipakai untuk menghapus kolom tabel dalam database MySQL adalah perintah ALTER TABLE…DROP, dengan ilustrasi sintak dasar perintahnya adalah:

ALTER TABLE nama_tabel DROP nama_kolom;

Dari sintaks SQL di atas, nama_kolom adalah nama kolom tabel yang akan dihapus, Anda dapat memisahkan dengan tanda koma (,) jika kolom tabel yang dihapus lebih dari satu kolom.

Sebagai contoh, Kita akan menghapus kolom no_telepon yang ada di dalam tabel siswa, maka perintahnya adalah:

ALTER TABLE siswa DROP no_telepon;

Sekarang, lihatlah hasilnya dengan menampilkan daftar struktur tabel dengan perintah DESC siswa, seperti contoh gambar di bawah:

Perintah SQL Menghapus Kolom Tabel MySQL

Perintah SQL Menghapus Kolom Tabel MySQL

Semoga bermanfaat

Bunafit Nugroho